Blog’e Karyawan X-BES tahun 1989-1996

Just another WordPress.com weblog

Antara Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES)

10

KINERJA Bursa Efek Jakarta ternyata masih terlihat mantap. Pada awal tahun 2005 IHSG pada posisi 1.000 dan kini 18/2/05 pada posisi 1.092 atau naik 9,2%. Keuntungan pasar dalam kurun waktu 31 hari bursa sebesar 2,9% untuk saat ini sudah tergolong keuntungan hasil investasi yang relatif tinggi. Saat ini di Indonesia terdapat dua bursa sebagai wahana investasi yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES).

Bursa Efek Jakarta lahir di Indonesia sejak zaman pemerintahan Belanda 1912 dan sejak 3 Juni 1952 dikukuhkan melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1952 tentang Pasar Modal di Indonesia. Bursa Efek Surabaya baru terlahir belakangan pada 16 Juni 1989 dan merupakan bursa efek swasta pertama di Indonesia.

Sejak 8 Juli 1995 BES mempunyai misi sebagai ”bridging stock exchange,” yaitu bursa bagi perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi syarat pencatatan yang ditentukan BEJ sekaligus sebagai bursa alternatif di Indonesia. Apakah perbedaan karakteristik pasar antara BEJ dan BES?

Pada bulan September 1999 oleh Bapepam sebagai badan pengawas pasar modal membagi kaveling pasar terhadap dua bursa tersebut. BES mempunyai segmentasi pasar pada (1) Perusahaan kecil menengah dan koperasi, (2) Pasar derivatif, (3) Pasar obligasi, khususnya obligasi pemerintah pusat, obligasi korporasi, obligasi pemerintah daerah, dan (4) Industri khusus seperti eksplorasi pertambangan. Sebagai perbandingan, bursa di Amerika segmen pasarnya terbagi atas bursa bagi perusahaan teknologi, yaitu bursa Nasdaq dan bursa umum industri yaitu bursa Dow Jones.

Untuk mengakomodir aspirasi dari para investor, BEJ dan BES mengelompokkan pasar perdagangan dalam lima jenis pasar yaitu: (1) pasar reguler (RG), (2) pasar segera (SG), (3) pasar tunai (TN), (4) pasar negosiasi (NG), dan pasar tutup sendiri (TS).

Perdagangan efek di pasar reguler disediakan bagi anggota bursa efek yang ingin menjual atau membeli efek dengan penyelesaian pembayaran yang secara umum dilakukan pada hari bursa ke-3 setelah terjadinya transaksi bursa (T+3). Bila investor membeli saham sekarang maka kewajiban membayarnya baru dilakukan 3 hari kemudian. Bagi para investor yang menginginkan transaksinya diselesaikan secara cepat dapat memilih pasar segera.

Perdagangan efek di pasar segera disediakan bagi anggota bursa efek yang ingin menjual atau membeli efek yang penyelesaiannya dilakukan pada hari bursa berikutnya setelah terjadinya transaksi bursa (T+1). Bila investasi bertransaksi hari ini maka hari berikutnya sudah mendapat penyelesaian pembayaran. Sedangkan pasar tunai disediakan bagi anggota bursa efek yang menjual atau membeli efek dengan penyelesaian pembayaran pada hari bursa yang sama dengan terjadinya transaksi bursa (T+0). Jadi bila pagi bertransaksi maka pada sore hari pembayaran sudah dapat diselesaikan.

Pasar negosiasi adalah pasar di mana perdagangan efek di bursa dilaksanakan berdasarkan tawar-menawar langsung secara individual dan tidak secara lelang yang berkesinambungan (non continuous auction market) dan penyelesaiannya dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan anggota bursa efek.

Keberadaan BES sesuai dengan ketentuan Bapepam lebih bersifat komplemen atau lebih melengkapi terhadap keberadaan BEJ. Dengan demikian diharapkan bursa efek di Indonesia lebih variatif dan lebih berkembang. Perbedaan antara BEJ dan BES terletak pada tumpuan pada kinerja. Pada BEJ tumpuan kinerjanya terutama pada saham, sedangkan di BES tumpuan kinerjanya pada obligasi.

Transaksi yang terjadi di BEJ terutama berupa transaksi pada efek berupa obligasi. Obligasi pada hakekatnya merupakan surat pengakuan utang. Obligasi pemerintah daerah berarti pengakuan utang dari pemerintah daerah kepada para investor yang telah membeli obligasi tersebut.

Perbedaan di antara dua bursa tersebut pada dasarnya merupakan perbedaan derajat interaksi antara risiko dengan return atau keuntungan. Kaum interaksionis berpandangan ada return karena pada risiko. Return yang tinggi terdapat pada risiko yang tinggi. Sesuai dengan segmen pasarnya BES merupakan bursa bagi saham dari perusahaan kecil menengah dan koperasi.

Pada saat ini investor mancanegara dan investor pemimpin pasar lebih suka memilih jenis saham dari perusahaan besar yang bagi mereka lebih memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan. Dari segi inilah transaksi saham di BEJ lebih berkembang dari transaksi saham yang terjadi di BES. Namun demikian dilihat dari perusahaan yang terdaftar, volume transaksi dan nilai transaksi pada BES juga terlihat mengalami perkembangan. Seiring dengan perkembangan industri kecil menengah dan industri pertambangan, maka ke depan kinerja BES berpeluang untuk lebih optimal.

(Dr Sugeng Wahyudi, dosen strategi dan keuangan pada Program MM Undip-82)

November 14, 2008 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: